Produk Data Peta Status Resistensi Aedes Aegypti (Linn) Terhadap Insektisida Cypermetrin 0,05%, Malathion 0,8% dan Temephos di Kabupaten Purworejo, Kebumen, Pekalongan, Demak Wonosobo, Cilacap, Kudus, Klaten dan Banjarnegara Tahun 2014

Bina Ikawati, SKM, M.Kes

ABSTRAK

             Wilayah Jawa Tengah perkembangan angka  kesakitan/incidence rate (IR) per 100.000 penduduk lima tahun terahir relatif menurun.Namun demikian persebaran DBD semakin meluas di semua Kabupaten/Kota.  Pengendalian DBD terutama ditujukan untuk memutus rantai penularan, antara lain dengan pengendalian vektornya.Foging masih merupakan pilihan yang banyak dilakukan, selain temephos. Beberapa penelitian resistensi Ae. aegypti telah dilakukan di wilayah endemis DBD. Melengkapi peta resistensi pada kabupaten / kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah akan dilakukan pada penelitian ini dengan mengambil lokasi endemis sedang dan rendah.

          Pengumpulan sampel uji dari 100 rumah per desa pada tiga desa/kelurahan dengan masalah DBD pada setiap Kabupaten terpilih di Jawa Tengah. Sampel berupa larva, telur dan nyamuk dewasa yang selanjutnya dipelihara untuk memperoleh F1 dan F2. Uji resistensi pada Ae. aegypti dewasa dilakukan dengan menggunakan impregnated paper. Pemeriksaan biokimia dilakukan untuk mengukur serapan enzim esterase, monooksigenase dan glutation s transferase.Uji resistensi temephos dilakukan pada diagnostic dose (0,02 mg/l).

           Hasil menunjukkan Aedes  aegypti pada semua wilayah penelitian telah resisten terhadap malathion 0,8%, hampir semua resisten cypermethrin 0,05% hanya sampel dari Kelurahan Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus dan Banjarnegara yang masih toleran. Aktivitas serapan enzim esterase menunjukkan di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap dan Klaten dominansi resisten tinggi, sedangkan Demak, Kebumen, Kudus, Pekalongan, Purworejo,Wonosobo ada pada kategori rentan.  Aktivitas serapan enzim mono oksigenase menunjukkan Banjarnegara, Demak dan Pekalongan telah resisten, sedangkan Cilacap, Kebumen, Klaten, Kudus, Purworejo, Wonosobo ada pada kategori rentan. Konsentrasi enzim gluthation-s-transferase tertinggi sebesar 22,10 mM/min dan terendah 0 mM/min. Rata-rata konsentrasi enzim gluthation-s-transferase adalah 3,67 mM/min. Aedes aegypti di lokasi penelitian hampir semua telah resisten terhadap temephos kecuali sampel dari wilayah Kelurahan Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus dan Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan.

Kata kunci : Ae. aegypti, resistensi, insektisida